Medan – Rencana perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini memasuki babak baru. Pemimpin kedua negara saat ini telah sepakat menandatangani dokumen perjanjian perdaiman untuk megakhiri perang yang telah memakan ribuan korban terutama perempuan dan anak-anak.
Trump menandatangani kesepakatan tersebut saat makam malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles setelah pertemuan KTT G& pada Rabu (17/6) malam.
“Baru saja menandatanganinya.” kata Trump saat dilansir AFT.
Secara terpisah, Iran juga dikabarkan telah menandatangani dokumen tersebut.
“Teks Momerandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para Presiden, sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut.” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismaeil Baqaei, seperti dikutip oleh kantor negara IRNA.
Ia mengatakan tandatangan telah dilakukan secara elektronik dan jarak jauh oleh kedua Presiden.
Teks tersebur dirilis pada hari Rabu (17/6) oleh kedua belah pihak. Periode negosiasi selama dua bulan akan menyusul dengan pembukaan kembali selat Hormuz sebagai langkah awal.
ISrael ketar-ketir
AS dan Iran dilaporkan telah menandatangani kesepakatan perdamaian, hal ini memicu kekhawatiran dan ketegangan di Israel, negara yang selama ini mendapat dukungan penuh dari AS.
Pemerintah Israel khawatir perjanjian tersebut akan melemahkan posisi mereka dan gagal menyelesaikan ancamannya di temur tengah.
Israel khawatir penjajahannya di Libanon akan kandas karena tidak mendapatkan dukungan dari AS.
