Menembus Pedalaman Kutalimbaru, Tim Dakwah Hijrah Sumut Mengajar Islam Tanpa Bayaran

  • Bagikan

KUTALIMBARU – Di tengah keterbatasan akses transportasi dan jauhnya jangkauan pelayanan keagamaan, Team Dakwah & Khatib Hijrah Sumatera Utara (Sumut) terus berupaya menghadirkan syiar Islam bagi masyarakat Muslim di wilayah pedalaman. Dengan biaya operasional dari kantong pribadi, mereka menyambangi masjid-masjid yang jarang terjangkau angkutan umum untuk mengajarkan dasar-dasar agama kepada masyarakat setempat.

Pada Minggu (4/10/2026), rombongan kembali bergerak menuju tiga masjid di Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kegiatan diawali dari Masjid Sutan Naga, Pondok Pesantren Darul Arafah Raya (DAR), Jalan Glugur Rimbun, Desa Lau Bakri.

Dari titik kumpul tersebut, para anggota tim berangkat menuju sejumlah lokasi dakwah dengan satu tujuan: memperkuat pemahaman keislaman masyarakat melalui pembelajaran yang langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari.

Koordinator rombongan, H Tarmuzi Harahap, membagi para anggota menjadi tiga kelompok untuk menjangkau masjid-masjid yang telah ditentukan.

Kelompok pertama melaksanakan kegiatan di Masjid Al Hasanniyah, Dusun I, Desa Kutalimbaru. Di tempat ini, masyarakat mendapatkan pembelajaran membaca Iqra, tuntunan salat, serta tata cara berwudu sesuai tuntunan syariat Islam.

Sementara itu, dua kelompok lainnya bergerak menuju Masjid Silaturahim di Dusun IV, Desa Namo Bintang, serta Masjid Nurul Halimah di Dusun III, Bunga Pariama, Desa Sukamakmur, Kecamatan Kutalimbaru.

Pembagian kelompok tersebut menjadi bagian dari upaya tim agar kegiatan dakwah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dalam waktu yang bersamaan.

Berdakwah dengan Biaya Sendiri

Di balik kegiatan tersebut, ada perjuangan yang tidak selalu terlihat. Para anggota Team Dakwah & Khatib Hijrah Sumut menjalankan aktivitas dakwah tanpa menerima bayaran dari donatur. Biaya operasional kegiatan ditanggung secara pribadi oleh masing-masing anggota.

Mereka datang dengan latar belakang yang beragam, mulai dari aparatur sipil negara, mahasiswa, mantan pengacara, penyiar radio, pengajar, hingga para santri.

H Tarmuzi Harahap bertindak sebagai koordinator rombongan. Turut serta Abdul Wahab, alumnus Pondok Pesantren Darul Arafah Raya angkatan II tahun 1999 yang kini bertugas sebagai ASN pada bagian pelayanan di Markas Polda Sumatera Utara.

Ada pula Khairul Rofai, mahasiswa Universitas Al Washliyah (Univa) Medan; Arief Kurniawan Piliang; serta Muhammad Sugandhi Siagian, mantan pengacara yang kini menjabat sebagai Kepala Divisi Pemberitaan dan Penyiar Radio Symphony FM Medan.

Tim ini juga diperkuat Ummi Kemala Deni, Ummi Sribanun, dan Aisyah Nurhayati yang turut berperan sebagai pengajar bagi masyarakat.

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa aktivitas dakwah tidak hanya bertumpu pada satu profesi atau kelompok usia. Semangat berbagi ilmu agama mempertemukan berbagai latar belakang dalam satu kegiatan sosial-keagamaan.

Santri Turut Menembus Wilayah Pedalaman

Kegiatan tersebut juga melibatkan para santri Pondok Pesantren Darul Arafah Raya, yakni Muhammad Azka Fathan Mubina, Muhammad Rifat Harahap, dan Hasbi Wali Aslam.

Ketiganya merupakan santri kelas IV Al-Qur’an pada Madrasah Aliyah Pendidikan Keagamaan (MAPK) Ponpes DAR. Kehadiran mereka menjadi bagian dari keterlibatan generasi muda pesantren dalam kegiatan dakwah di tengah masyarakat.

Mereka turut mewakili semangat para santri Pondok Pesantren Darul Arafah Raya yang dipimpin Dr. Harun Lubis untuk berkontribusi melalui pendidikan dan pengabdian keagamaan.

Darul Arafah Raya dan Perjalanan Mencetak Generasi

Sementara itu, Abi Adrian Ginting, pengasuh santri Pondok Pesantren Darul Arafah Raya, menjelaskan melalui sambungan telepon bahwa pesantren tersebut didirikan oleh Sutan Naga pada 1985.

Seiring perkembangannya, pesantren itu telah melahirkan generasi muda dengan sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya dalam bidang keagamaan.

Menurut Abi Adrian, sejumlah alumnus Darul Arafah Raya juga melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di luar negeri, termasuk Universitas Al-Azhar di Mesir serta institusi pendidikan di Arab Saudi, Yaman, Madinah, dan India.

Perjalanan tersebut menjadi salah satu gambaran kontribusi pendidikan pesantren dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki bekal ilmu agama dan kesempatan mengembangkan kapasitas akademik.

Syiar Islam yang Bertumpu pada Pengabdian

Kegiatan Team Dakwah & Khatib Hijrah Sumut di Kutalimbaru bukan sekadar kunjungan ke masjid. Aktivitas ini menjadi bentuk pengabdian melalui pengajaran dasar-dasar ibadah dan pendampingan keagamaan secara langsung.

Di wilayah yang akses transportasinya terbatas, kehadiran para pengajar dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali mempelajari bacaan Al-Qur’an, tata cara salat, dan wudu secara lebih terarah.

Dengan mengandalkan semangat sukarela dan pembiayaan mandiri, para anggota tim terus berupaya menjaga keberlangsungan kegiatan tersebut.

Perjalanan mereka sekaligus memperlihatkan bahwa pengabdian sosial-keagamaan dapat tumbuh dari kepedulian bersama. Bukan semata-mata tentang seberapa jauh perjalanan ditempuh, melainkan juga tentang ilmu yang dibagikan dan hubungan dengan masyarakat yang terus dirawat.

Dari masjid-masjid di pedalaman Kutalimbaru, ikhtiar itu terus berjalan—menyapa masyarakat, mendampingi pembelajaran agama, dan menumbuhkan semangat beribadah di tengah keterbatasan.

  • Bagikan
Exit mobile version
  • slot777 maxwin
  • slot depo 10k
  • dewi 138
  • slot bet 200
  • sultan188
  • duniacash
  • https://dewa138.xyz/
  • https://dewa138.wiki/
  • sultan188 login
  • slot demo
  • demo slot pg
  • slot777
  • slot maxwin
  • https://lkp-lcec.com/
  • sultan188
  • dewa138
  • https://akkum.kazygurt.edu.kz/
  • https://sarzhaz-sozak.edu.kz/
  • https://airstride.umairqureshi.me/
  • https://tencamintegratedbuilders.org.ng/
  • panen138