Pendapat Tokoh Mengenai Akar Masalah Tawuran dan Begal di Medan

  • Bagikan
prof dr sutarman msc
prof dr sutarman msc

MEDAN – Maraknya aksi tawuran antar remaja dan tindak kriminal seperti begal yang terjadi di Kota Medan tidak muncul secara tiba-tiba. Permasalahan tersebut berakar dari berbagai faktor yang telah berlangsung sejak lama, terutama terkait pembinaan karakter generasi muda, baik di lingkungan keluarga maupun dunia pendidikan.

Hal tersebutdi sampaikan Prof. DR Sutarman, Msc, Beliau adalah Guru Besar dalam bidang Ilmu Sistem Dinamik dan Pemodelan Matematika di Universitas Sumatera Utara (USU). Ia lahir di Belawan pada 26 Oktober 1963. Ia fokus pada riset Big Data (data besar) dan Multimodal untuk inovasi.

Menurutnya, pembentukan karakter seharusnya menjadi perhatian utama sejak jenjang pendidikan dasar hingga menengah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga harus mampu membentuk mental, moral, dan kepribadian yang kuat. Dengan karakter yang baik, generasi muda akan memiliki daya juang, tidak mudah menyerah, serta mampu menghadapi berbagai tantangan dan persaingan dalam kehidupan.

Selain itu, meningkatnya angka pengangguran juga menjadi salah satu faktor yang turut memicu munculnya berbagai persoalan sosial. Ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai sangat diperlukan agar generasi muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri dan berkontribusi secara positif di masyarakat.

Ia menilai bahwa penanganan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap pelaku kriminal memang penting, namun upaya pencegahan harus dimulai dari hulu, yakni melalui pembentukan karakter yang baik sejak dini. Jika karakter generasi muda telah terbentuk dengan kuat, maka potensi mereka untuk terjerumus ke dalam tindakan kriminal dapat diminimalkan.

Menurutnya, pada masa lalu terdapat mata pelajaran yang secara khusus menanamkan nilai-nilai akhlak dan budi pekerti kepada peserta didik. Karena itu, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan yang saat ini diterapkan. Muatan pendidikan karakter, moral, dan akhlak perlu diperkuat agar sejalan dengan nilai-nilai dan karakter bangsa Indonesia.

“Dunia pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, disiplin, dan tanggung jawab. Jika pendidikan karakter diperkuat, maka setidaknya berbagai peristiwa yang tidak kita inginkan, seperti tawuran dan begal, dapat direduksi dan dicegah sejak dini,” ujarnya

  • Bagikan
Exit mobile version
  • slot777 maxwin
  • slot depo 10k
  • dewi 138
  • slot bet 200
  • sultan188
  • duniacash
  • https://dewa138.xyz/
  • https://dewa138.wiki/
  • sultan188 login
  • slot demo
  • demo slot pg
  • slot777
  • slot maxwin
  • https://lkp-lcec.com/
  • sultan188
  • dewa138
  • https://akkum.kazygurt.edu.kz/
  • https://sarzhaz-sozak.edu.kz/
  • https://airstride.umairqureshi.me/
  • https://tencamintegratedbuilders.org.ng/
  • panen138