GAZA – Seorang anak laki-laki Palestina tewas ditembak pasukan Israel dalam sebuah penggerebekan di kamp pengungsi Askar, sebelah timur Nablus, Tepi Barat yang diduduki, demikian disampaikan Kementerian Kesehatan Palestina pada Minggu.
Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi korban sebagai Islam Ajuri, 14 tahun.
Dikutip dari The New Arab pada Minggu bahwa Islam tewas ketika pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah sekelompok anak-anak saat pasukan tersebut meninggalkan kamp pengungsi Askar.
Sebelumnya, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa Islam terkena peluru tajam di bagian dada. Tim medis Bulan Sabit Merah berupaya melakukan resusitasi jantung-paru (CPR) sebelum korban dibawa ke rumah sakit menggunakan kendaraan pribadi.
Sementara itu, pasukan Israel juga melanjutkan operasi di kota Qusra, sebelah selatan Nablus, yang telah berlangsung selama 11 hari berturut-turut. Pasukan Israel memberlakukan pengepungan total terhadap wilayah Ras al-Ain, di sebelah barat kota tersebut, selama sembilan hari.
Para pemukim Israel disebut telah mengepung dan menyerang kawasan itu dalam waktu yang lebih lama. Mereka dilaporkan membakar tenda dan properti, mencabut pohon, serta mengambil peralatan dan kayu.
Wali Kota Qusra, Abdul Azim Wadi, mengatakan kepada The New Arab, “Pengepungan yang dilakukan para pemukim terhadap wilayah Ras al-Ain telah memasuki minggu ketiga, sementara pengepungan oleh tentara telah berlangsung selama sembilan hari.”
Wadi mengatakan pasukan Israel pada Minggu dini hari meninggalkan sebuah rumah milik keluarga Palestina setelah sebelumnya menduduki rumah tersebut sejak awal pengepungan. Namun, pasukan tersebut meninggalkan rumah dalam kondisi rusak parah.
Menurut Wadi, pasukan Israel mengeluarkan isi rumah dan merusak perabotan, jendela, serta balkon. Ia menambahkan, tingkat kerusakan menunjukkan bahwa rumah tersebut membutuhkan waktu lama untuk diperbaiki hingga kembali seperti kondisi sebelumnya.
Wadi mengatakan pasukan Israel masih berada di sekitar rumah-rumah yang dikepung. Sebuah tenda militer yang didirikan pasukan Israel di kawasan tersebut juga masih berada di lokasi. Para pemukim Israel juga dilaporkan terus berdatangan ke wilayah tersebut.
