MEDAN- Alokasi anggaran 35 persen untuk pembangunan Medan Utara yang diusulkan Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama wakilnya H Zakiyuddin Harahap merupakan trobosan yang dinanti-nanti warga yang berada di tiga kecamatan, yakni medan belawan, labuhan dan Marelan.
Baca juga: Air Hujan Masuk Rumah, Warga Gang Nanda Harapkan Tindakan Pemko Medan
Mengingat selama ini ketiga kecamatan tersebut sangat tertinggal dari kecamatan yang ada di Kota Medan, baik dari segi infrastruktur, pelayanan publik, Pendidikan maupun Kesehatan.
Cita-cita mulia pasangan Rico-Jaki saat kampaye pilkada 2 tahun lalu untuk melakukan Pembangunan di Utara Kota patut diapresiasi, namun sayang cita-cita mulia tersebut tidak dapat diterjemahkan dengan baik oleh aparatur yang ada dibawah.
Salah satunya adalah proyek Peningkatan Sistem Drainase Perkotaan di Jalan Baru dan Jalan Andansari m/d Crossing Sei Bedera kearah perbatasan Deliserdang Kel. Terjun Kec. Medan Marelan dikerjakan CV Sigma Siseanna yang menelan biaya Rp. 6,984 Milyar.
Proyek tersebut terkesan asal-asalan. Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Peduli Kota Medan (LPKM) Muhammad Nursidiq, SE.,SH.,MH. Senin (12/10/2026).
Baca juga: Pelayanan Buruk, Budi Yanto Minta GM Pelindo Cabang Belawan di Copot
Nursidiq menilai kualitas U Ditch “jelek” terbukti banyak yang sompel padahal baru dipasang.
“Terlihat banyak retak dan sompel di bagian ujung U Ditch, dampaknya ketahanan beton U Ditch tak kan sesuai dengan target. pekerjaan ini terkesan asal-asalan,” ujar SIdiq.
Selain itu di dalam plank proyek diduga tidak ada batas pekerjaan. Belum lagi dugaan tanah galian yang dijual keluar kota Medan.
Padahal Pihak Kelurahan Terjun sudah meminta agar tanah tersebut di pindahkan ke belakang kantor Camat Medan Marelan untuk menimbun area yang selama ini terkena banjir, namun hal tersebut tidak di indahkan oleh pelaksana proyek.
“Informasi kami dapat, tanah galian drainase entah kemana dibawa, diduga dikomersilkan atau dijual ke pihak lain guna mengurangi biaya pembersihan atau pengangkutan tanah, karena info kami dapat, saat tim aset di Kelurahan setempat meminta tanah galian untuk menimbun aset Kelurahan, dicuekin manajemen CV Sigma Siseanna,” ujarnya.
Saat dihubungi akunberita.id, Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Medan Utara Kelana Sembiring tidak dapat dihubungi, seakan menghindar dari kritikan masyarakat.
Sama halnya dengan Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Medan Ardi Sibarani. keduanya menutup kritik dari masyarakat.
Padahal proyek ini menggunakan dana APBD dari masyarakat Kota Medan.
Guna menghindari kerugian negara dan mewujudkan cita-cita Walikota Medan dalam memajukan Medan Utara, LPKM meminta Kejaksaan Negeri Belawan untuk mengawasi pekerjaan ini.
“Kami berharap Kejaksaan Negeri Belawan mau turun tangan mengawasi pekerjaan ini, agar uang masyarakat tidak terbuang sia-sia” ujarnya.
Sementara itu Anggota DPRD kota Medan Dame Duma Sari Hutagalung menegaskan setiap pembangunan yang menggunakan anggaran daerah harus memiliki kejelasan fungsi, manfaat dan keberlanjutan.
“Anggaran yang disiapkan pemerintah harus memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat. Karena itu, kami meminta setiap program dan kegiatan benar-benar direncanakan, dikerjakan dan diawasi dengan baik,” ujarnya.
Pantauan media ini, proyek Peningkatan Sistem Drainase Perkotaan di Jalan Baru dan Jalan Andansari m/d Crossing Sei Bedera kearah perbatasan Deliserdang Kel. Terjun Kec. Medan Marelan dikerjakan CV Sigma Siseanna beralamat di Jalan Mawar Gang Sejahtera No. 67 Kel. Sari Rejo Medan Polonia.
Pekerjaan drainase ini sesuai kontrak No. 013/SP/24.6/APBD/2026 tanggal 08 Juli 2026. Tak terlihat tenggat waktu pekerjaan yang dibiayai APBD Kota Medan tahun 2026 dari pekerjaan Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Drainase di Dinas SDABMBK Medan itu.
Masyarakat juga kecewa terhadap CV SIgma Siseanna karena tidak melibatkan warga sekitar dalam pengerjaan proyek.
Saat dimintai keterangan melalaui saluran telepon,Pelaksana lapangan di proyek Hendrik Nanok menyampaikan perusahaan hanya menggunakan tenaga local untuk mengamankan lalu lintas jalan, sementara untuk pengerjaan proyek memang tidak menggunakan tenaga local, karena takut pekerjaan jadi semakin tidak baik.
“Iya bang, untuk pengerjaan proyeknya memang tidak kita libatkan warga lokal, karena kita takut pekerjaanya jadi lebbih parah”. ujar nanok
Belum diperoleh keterangan dari Manajemen CV Sigma Siseanna selaku kontraktor proyek Drainase di Jalan Baru dan Jalan Andansari Kelurahan Terjun Medan Marelan.
