Gaza kini bukan hanya zona perang, tetapi simbol krisis kemanusiaan global

  • Bagikan
gaza
gaza

Gaza, Kamis (29/1/2026) Jalur Gaza kembali menjadi saksi eskalasi kekerasan yang mengguncang nurani dunia. Pada Kamis ini, laporan dari tenaga medis di Gaza menyebutkan bahwa anak-anak Palestina secara sengaja menjadi sasaran tembak, dengan tembakan diarahkan ke bagian vital tubuh. Bahkan balita tidak luput. Para dokter menilai pola ini menunjukkan tindakan yang disengaja dan sistematis.

Organisasi Save the Children mencatat, selama hampir 23 bulan perang, sedikitnya satu anak Palestina terbunuh setiap jam, dengan total korban anak kini melampaui 20.000 jiwa.

Pada hari yang sama, terungkap bahwa Israel telah membersihkan lahan luas di Rafah, Gaza selatan, untuk membangun fasilitas pengawasan berskala besar. Jenderal pensiunan Israel Amir Avivi mengungkapkan kamp tersebut dilengkapi teknologi pengenalan wajah dan sistem kontrol ketat. Para analis menilai fasilitas ini menyerupai kamp konsentrasi modern yang dibungkus narasi kemanusiaan, menandai konsolidasi kontrol, bukan langkah menuju perdamaian.

Kehancuran sosial di Gaza terus bertambah. Hingga Kamis (29/1/2026), sebanyak 2.700 keluarga Palestina telah dihapus sepenuhnya dari catatan sipil, sementara 6.000 keluarga lainnya hanya menyisakan satu anggota yang masih hidup. Data ini menggambarkan skala kehancuran populasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tekanan internasional meningkat setelah Israel menghancurkan markas UNRWA di Yerusalem. Pada Kamis ini, 11 negara—termasuk Inggris, Prancis, Kanada, dan Jepang—mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keras tindakan tersebut dan mendesak Israel mematuhi kewajiban internasional untuk melindungi fasilitas PBB.

Sementara itu, krisis air terparah melanda Kota Gaza. Selama hampir dua pekan terakhir hingga akhir Januari 2026, lebih dari 85 persen warga kehilangan akses air bersih akibat rusaknya jalur pasokan dan hancurnya sumber air, melumpuhkan sistem air kota.

UNICEF memperingatkan bahwa per Kamis (29/1/2026), satu juta anak Gaza membutuhkan dukungan psikologis mendesak, sementara 700.000 anak terputus dari pendidikan formal akibat perang berkepanjangan dan kondisi pengungsian yang ekstrem.

Di Tepi Barat, kekerasan juga terus terjadi pada Kamis ini. Rumah-rumah warga Palestina di komunitas Badui Khallet al-Sadra dibakar, sementara pasukan Israel melakukan penyerbuan ke sejumlah kota dan desa disertai penangkapan massal. Sedikitnya 130 warga Palestina ditahan dalam beberapa jam terakhir.

Israel juga masih menahan 776 jenazah warga Palestina hingga akhir Januari 2026, termasuk puluhan anak dan perempuan. Pada saat bersamaan, lebih dari 9.350 tahanan Palestina dilaporkan masih berada di penjara Israel dengan dugaan penyiksaan dan kelalaian medis.

Ketegangan di Masjid Al-Aqsa meningkat setelah pemukim Israel menggelar kegiatan ideologis secara terbuka pada Kamis ini, memicu kekhawatiran atas upaya perubahan status quo kawasan suci.

Hamas menegaskan tidak akan menyerahkan senjata perlawanan, sementara pemerintah Israel menyatakan pembahasan rekonstruksi Gaza hanya akan dilakukan setelah pelucutan senjata. Di PBB, Tiongkok menegaskan kembali bahwa Gaza adalah tanah Palestina, dan Turki menyatakan kesiapan penuh untuk membangun kembali Gaza pasca-konflik.

  • Bagikan
Exit mobile version
  • slot777 maxwin
  • slot depo 10k
  • dewi 138
  • slot bet 200
  • sultan188
  • duniacash
  • https://dewa138.xyz/
  • https://dewa138.wiki/
  • sultan188 login
  • slot demo
  • demo slot pg
  • slot777
  • slot maxwin
  • https://lkp-lcec.com/
  • sultan188
  • dewa138
  • https://akkum.kazygurt.edu.kz/
  • https://sarzhaz-sozak.edu.kz/
  • https://airstride.umairqureshi.me/
  • https://tencamintegratedbuilders.org.ng/
  • panen138