Moscow (AKunberita.id) Rusia dan Belarus tampil sebagai dua negara yang kembali menunjukkan dukungan kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro di saat Amerika Serikat meningkatkan tekanan agar pemimpin tersebut mundur. Vladimir Putin juga menghubungi Maduro dan kembali menegaskan dukungan politik terhadap pemerintahannya.
Sementara itu, dikutip dari Reuters, Maduro telah menyampaikan kepada Presiden Donald Trump bahwa ia siap meninggalkan jabatan jika mendapatkan jaminan amnesti bagi dirinya dan keluarga.
Pergerakan diplomatik Belarus terlihat dari dua pertemuan Presiden Alexander Lukashenko dengan Duta Besar Venezuela untuk Moskow dalam rentang kurang dari tiga minggu. Lukashenko bahkan menyatakan kesediaannya menerima Maduro di Belarus. Namun pemerintah Belarus belum memberikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan menawarkan suaka politik bagi pemimpin tersebut.
Di Rusia, Presiden Vladimir Putin juga menghubungi Maduro dan kembali menegaskan dukungan politik terhadap pemerintahannya, terutama di tengah tekanan global yang semakin besar.
Sementara itu, Amerika Serikat tidak lagi mengakui Maduro sebagai presiden sah Venezuela dan memperketat tekanan, termasuk melalui pengerahan militer di Karibia. Presiden Trump mengatakan masa pemerintahan Maduro “tidak akan lama,” walau belum memastikan opsi militer.
Rusia mengingatkan agar langkah AS tidak berujung pada konflik besar di kawasan Amerika Latin. Pada saat yang sama, Belarus terus memperbaiki hubungan dengan Washington, termasuk melalui negosiasi pembebasan tahanan politik dan pelonggaran sanksi yang diberikan pemerintahan Trump.
