Akunberita.id. Pada hari dilaksanakannya rapat untuk membunuh Rasulullah ﷺ.
Malaikat Jibril turun dan menyampaikan firman Allah Ta’ala yang membongkar rencana Quraisy tersebut. Setelah itu, Jibril berkata,
“Ya Rasulullah! Jangan Anda tidur malam ini di atas tempat tidur yang biasa, sesungguhnya Allah menyuruh Anda agar berangkat hijrah ke Madinah.”
Jibril juga menyampaikan bahwa kawan hijrah Rasulullah ﷺ adalah Abu Bakar. Setelah mendengar perintah tersebut, tanpa membuang waktu lagi, Rasulullah ﷺ pergi ke rumah Abu Bakar.
Saat itu, tengah hari. Panas matahari terasa membakar kepala. Rasulullah ﷺ berjalan sambil menutup muka dan kepala. Begitu tiba di depan rumah Abu Bakar, beliau segera memanggil-manggil sahabatnya itu.
Abu Bakar terkejut,
“Rasulullah sampai memerlukan datang di tengah panas yang amat menyengat begini, pasti ada sesuatu yang penting.”
Tergesa-gesa Abu Bakar keluar menyambut Rasulullah ﷺ dan menyilakan beliau masuk.
Rasulullah ﷺ duduk dan berkata,
“Allah telah mengizinkan aku keluar dan hijrah.”
Dengan hati berdebar dan penuh harap, Abu Bakar bertanya,
“Berkawan dengan ….. saya ya Rasulullah?”
Rasulullah ﷺ tersenyum, ” Ya dengan izin Allah.”
Saat itu juga, Abu Bakar menangis karena begitu bahagia. Sudah berbulan-bulan lamanya ia berharap agar Allah Ta’ala memberinya kehormatan untuk menemani hijrah Rasulullah ﷺ.
Saat ini, impiannya itu menjadi kenyataan.
Abu Bakar bangkit dan menunjukkan dua ekor unta yang sangat bagus,
“Ya Rasulullah ambillah salah satu dari kedua ekor unta ini untuk kendaraan Tuan.”
Rasulullah ﷺ kemudian memilih seekor unta dan beliau namakan Al-Qushwa. Abu Bakar segera berkemas. Beliau memerintahkan kedua putrinya, yaitu Aisyah dan Asma, untuk membantu menyiapkan bekal.
Rasulullah ﷺ cepat² kembali ke rumah dan memanggil Ali bin Abi Thalib. Beliau berpesan agar Ali mengembalikan semua barang orang-orang yang sebelumnya dititipkan kepada Rasulullah ﷺ.
Pemandu
Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar menyewa seorang pemandu atau penunjuk jalan bernama Abdullah bin Uraiqith. Ia termasuk orang Quraisy yang tinggal di luar kota Mekah. Ia hafal benar jalan-jalan dan situasi di daerah itu. Ia masih seorang musyrik, tetapi dapat dipercaya.
Daya Tahan Rasulullah ﷺ
Hijrah menandai berakhirnya periode Mekah dalam dakwah Rasulullah ﷺ.
Selama 13 tahun berdakwah di Mekah, Rasulullah ﷺ telah menunjukkan daya tahan, kesabaran, dan ketabahan yang luar biasa.
Beliau menerima semua perlakuan buruk orang kafir selama bertahun-tahun tanpa amarah, apalagi hingga patah semangat.
Alhamdulillah hari Jum’at, mari membaca Al Kahfi, memperbanyak Istighfar, Sholawat, Do’a dan Sedekah
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
Wallahu A’lam Bisshawab
Yaa Allah Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Yaa Allah Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
