MEDAN (AKunberita.id) – DPRD Kota Medan menyelenggarakan Rapat Paripurna Penyampaian Pidato Perdana Wali Kota Medan dan Wakil Wali kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dan H. Zakiyuddin Harahap Periode 2025-2030 di gedung DPRD Medan, jl. Maulana Lubis No. 1 Medan, Rabu (04/03/2025).
Rapat Paripurna dibuka oleh Ketua DPRD Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B., didampingi Wakil Ketua, H. Rajudin Sagala, S.Pd.I., H. Zulkarnaen, S.K.M., dan H. Hadi Suhendra, serta dihadiri Anggota DPRD Kota Medan, tokoh Masyarakat, Pimpinan Partai, Mahasiswa dan OPD di lingkungan Pemko Medan.
Di awal pidatonya Rico Waas menyampaikan pengalamannya saat mengikuti Retret dengan seluruh kepala daerah se Indonesia. Rico menyampaikan banyak pengalaman dan makna yang ia dapatkan selama mengikuti retret. Salah satunya ia belajar kedisiplanan dan kebersamaan.
Banyak sekali materi yang sangat baik luar biasa yang diberikan, mulai dari pemikiran-pemikiran geopolitik bagaimana tentang merawat negara, lalu bagaimana bicara tentang fiskal efisiensi, bagaimana bicara tentang Indonesia adalah negara yang beragam yang suku budayanya begitu banyak pulaunya begitu banyak dan harus kita jaga dengan sumber daya alam yang luar biasa, disampaikan pula bahwa kita akan menjadi negara ekonomi terbaik salah satu negara terbaik mungkin 4 besar pada tahun 2050 dan bagaimana tahapan-tahapan sampai ke sana tentunya kita harus melewati hal-hal yang baik pula sewaktu kita merawat negara kita melalui daerah-daerah kita nantinya.
Tentu kami sebagai walikota dan wakil walikota Medan, ke depannya ingin juga membuat kota Medan ini menjadi kota yang berbudaya, kota yang energik, kota yang ramah, kota yang tertib, kota yang unggul, kota yang aman dan kota yang Humanis atau kami sebut Kota Medan yang bertuah.
Apalagi kita ketahui bersama, kota Medan pada satu Juli 2025 mendatang akan berusia 435 tahun dan sejarah panjang yang telah ada di kota Medan ini dan begitu banyak orang-orang hebat yang lahir dari kota ini.
Kami juga ingin menceritakan dari kampanye yang lalu bahwasanya kota Medan ini adalah kota yang beragam, kota yang memiliki perbedaan suku budaya agama ras yang berbeda-beda keberagaman harus merasa aman dan nyaman tidak merasa terganggu. Karena, sejak awal tanah Kota Medan diizinkan Tuhan untuk diinjak oleh perbedaan.
Diakhir pidatonya, Pada saat retret bagi kepala daerah yang ada diseluruh indonesia di perintahkan untuk memberantas narkoba dan judi online sampai akar-akarnya.
“Jadi bagi kami, sekarang rakyat itulah yang harus dilayani, bukan kami sebagai walikota dan wakil walikota yang harus dilayani.” tutupnya.
