MEDAN (AKunberita.id) Keputusan Donald Trump untuk mengambil paksa Greenland nampaknya sudah tidak bisa dibendung. Setelah Pemerintah Denmark gagal mencapai kesepakatan dengan Donald Trump untuk mempertahankan wilayah Greenland. Sebab, menurut keterangan Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, Trump tetap bersikukuh ingin mengambil alih Greenland.
“Kami tidak berhasil mengubah posisi Amerika (Serikat). Jelas bahwa Presiden (Donald Trump) memiliki keinginan untuk menaklukkan Greenland. Tentu saja ini sangat emosional bagi kita semua,” ujar Rasmussen pada Rabu (14/1/2026), seperti dilansir Politico.
Lalu apa yang terjadi jika AS mengambil alih Greenland secara paksa? dampaknya akan sangat besar dan serius di tingkat internasional. Berikut penjelasan ringkas dan terstruktur:
1. Pelanggaran hukum internasional
Greenland adalah wilayah otonom Kerajaan Denmark. Pengambilalihan paksa akan melanggar:
- Piagam PBB
- Prinsip kedaulatan negara
Tindakan ini bisa dikategorikan sebagai agresi.
2. Konflik dengan Denmark dan NATO
- Denmark adalah anggota NATO, sama seperti AS
- Serangan terhadap Denmark bisa memicu krisis internal NATO, bahkan konflik antar sekutu
- Solidaritas Eropa terhadap Denmark kemungkinan besar muncul
3. Reaksi global keras
- PBB kemungkinan menggelar sidang darurat
- AS berpotensi dikenai sanksi internasional
- Kepercayaan dunia terhadap kepemimpinan AS akan menurun drastis
4. Eskalasi ketegangan global
- Rusia dan China bisa memanfaatkan situasi untuk memperluas pengaruh
- Dunia masuk ke fase ketegangan geopolitik baru, terutama di kawasan Arktik
5. Dampak ekonomi dan politik bagi AS
- Sanksi ekonomi, tekanan diplomatik, dan penurunan reputasi global
- Ketidakstabilan pasar internasional
6. Penolakan dari rakyat Greenland
- Mayoritas warga Greenland mendukung hak menentukan nasib sendiri
- Pengambilalihan paksa bisa memicu perlawanan politik dan sosial
Pengambilalihan paksa Greenland oleh AS hampir pasti akan:
- Menyebabkan krisis internasional besar
- Merusak hubungan sekutu
- Mengguncang stabilitas global
Itulah sebabnya, dalam praktik nyata, pendekatan militer hampir tidak masuk akal, dan wacana Greenland biasanya hanya muncul dalam konteks diplomasi atau ekonomi, bukan kekerasan.













