Oleh Ust Abdul Latif Khan
Ada masa ketika hidup terasa begitu berat. Doa seakan belum terjawab, ikhtiar belum membuahkan hasil, dan air mata menjadi satu-satunya bahasa yang mampu menjelaskan isi hati.
Namun, jangan terburu-buru mengira bahwa Allah telah meninggalkanmu.
Allah berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(QS. Asy-Syarḥ: 5–6)
Perhatikanlah, Allah tidak mengatakan bahwa kemudahan hanya datang setelah kesulitan. Allah mengatakan bahwa bersama kesulitan itu telah ada kemudahan.
Mungkin kemudahan itu belum terlihat oleh matamu. Namun, ia sedang Allah persiapkan di balik sesuatu yang membuatmu menangis.
Boleh jadi, kesulitan itu sedang menggugurkan dosamu, melembutkan hatimu, mendekatkanmu kepada Allah, atau menyelamatkanmu dari jalan yang kelak akan menyakitimu lebih dalam.
Tidak semua pertolongan Allah hadir dengan menghilangkan masalah. Terkadang, pertolongan-Nya datang dalam bentuk hati yang dikuatkan untuk menghadapinya. Masalahnya masih ada, tetapi engkau tidak lagi serapuh dahulu.
Karena itu, jangan menyerah hanya karena jalanmu sedang gelap. Bukankah fajar selalu lahir dari rahim malam yang paling pekat?
Teruslah berdoa meski suaramu bergetar. Teruslah melangkah meski kakimu terasa berat. Teruslah berbaik sangka meski engkau belum memahami rencana-Nya.
Allah tidak pernah menjanjikan bahwa hidup ini akan selalu mudah. Namun, Dia menjanjikan bahwa tidak ada satu pun kesulitan yang datang sendirian.
Di sisinya ada kemudahan.
Di baliknya ada hikmah.
Di dalamnya ada kasih sayang Allah yang mungkin baru akan engkau pahami setelah semuanya berlalu.
Kelak, engkau akan menoleh ke belakang dan berkata:
“Ternyata saat aku merasa hampir hancur, Allah sedang membentukku menjadi lebih kuat. Saat aku mengira semua pintu telah tertutup, Allah sedang menuntunku menuju pintu yang lebih baik.”
Maka tenanglah, wahai hati yang sedang diuji.
Kesulitan ini tidak akan tinggal selamanya. Air mata ini akan berhenti pada waktunya. Luka ini akan sembuh dengan izin-Nya.
Sebab janji Allah tidak pernah salah:
Bersama kesulitan, selalu ada kemudahan.
