JAKARTA (Akunberita.id) Harun Masiku adalah seorang politikus Indonesia yang menjadi perhatian publik setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Hingga saat ini, keberadaan Harun Masiku, tersangka kasus suap yang menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), masih belum diketahui. KPK terus berupaya mencari dan menangkapnya, termasuk dengan merilis foto terbaru Harun Masiku sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk memudahkan identifikasi oleh masyarakat.
Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, termasuk koordinasi dengan pihak berwenang di dalam dan luar negeri, hingga kini Harun Masiku belum berhasil ditemukan. KPK tetap berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dan mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan Harun Masiku untuk melaporkannya kepada pihak berwenang.
Berikut adalah profil singkat Harun Masiku:
Identitas Pribadi
- Nama Lengkap: Harun Masiku
- Tempat, Tanggal Lahir: Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, 21 Maret 1971
- Pendidikan: Lulusan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar
- Profesi: Advokat dan Politikus
Karier Politik
Harun Masiku bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2019. Namun, ia gagal mendapatkan kursi di Senayan setelah tidak memenuhi jumlah suara yang dibutuhkan di daerah pemilihannya.
Kasus yang Menjerat
Pada awal 2020, Harun Masiku diduga terlibat dalam kasus suap kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan. Suap tersebut bertujuan untuk memuluskan langkah Harun agar dapat menggantikan Nazarudin Kiemas, caleg terpilih dari PDI-P yang meninggal sebelum dilantik.
- Jumlah Suap: Harun diduga menyuap Wahyu Setiawan sebesar Rp900 juta untuk memanipulasi proses PAW.
- Status: Ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Januari 2020.
Status Buronan
Harun Masiku resmi menjadi buronan setelah tidak memenuhi panggilan KPK dan menghilang sejak penetapan tersangka. Hingga kini, keberadaannya masih misterius. Terakhir kali diketahui, Harun sempat kembali ke Indonesia dari luar negeri beberapa saat sebelum KPK mengumumkan status tersangka.
Upaya Penangkapan
KPK telah berupaya mencari Harun Masiku, termasuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian, interpol, dan institusi terkait lainnya. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga kini. Ketiadaan informasi mengenai keberadaannya memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat.
Kontroversi dan Sorotan Publik
Kasus Harun Masiku menjadi sorotan karena dinilai mencerminkan kompleksitas masalah korupsi di Indonesia, termasuk dugaan adanya oknum yang melindungi pelarian Harun. Publik terus mendesak KPK untuk lebih agresif dan transparan dalam menyelesaikan kasus ini.
Keberadaan Harun Masiku masih menjadi misteri hingga kini, menjadikannya salah satu buronan paling dicari oleh KPK. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan transparan untuk melawan korupsi di Indonesia.
