MEDAN (AKunberita.id) Komika Pandji Pragiwaksono melakukan sindiran keras kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka lewat materi roasting saat tampil menghibur penonton dalam acara Stand Up Comedy Mens Rea, pada Sabtu, (27/12).
Tindakan Pandji tersebut mendapat tanggapan serius dari dr. Tompi. Dokter kecantikan yang juga berprofesi sebagai penyanyi itu menilai aksi Pandji tidak tepat dan tidak dapat dinilai sebagai komedian maupun kritik yang cerdas.
“Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas,” ujar Tompi dalam unggahannya di Instagram.
Tompi menjelaskan bahwa tampilan mata yang terlihat ditakuti dalam dunia medis dikenal sebagai ptosis. Yakni kondisi anatomi yang dapat bersifat bawaan, fungsional, maupun berkaitan dengan masalah medis tertentu.
“Dan sama sekali bukan bahan lelucon. Kritik boleh, sindiran boleh, humor pun sah,
namun menegaskan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,” papar Tompi.
Tanggapan dr. Tompi yang menjelaskan gejala mata gibran dengan ptosis justru menjadi boemerang bagi gibran. karena ptosis merupakan indikasi yang negatif bagi seseorang.
Dr Tifa mengklaim sejumlah penelitian berbasis bukti ilmiah menunjukkan hubungan antara ptosis dengan gangguan kesehatan yang lebih kompleks. “Evidence Based Medicine, basis bukti ilmiah yang jadi rujukan dokter seluruh dunia, membuktikan bahwa ptosis berhubungan dengan gangguan mental seperti depresi, bipolar, skizofrenia, serta penggunaan psikotropika atau narkoba,” ujarnya.
Menurut dr Tifa, penyebutan “ngantukan” justru lebih ringan dibandingkan penggunaan istilah ptosis yang memiliki implikasi medis lebih serius. “Lebih baik dikatain ngantukan dong daripada ptosis,” tulis dr Tifa melalui akun X miliknya, @DokterTifa, Kamis (8/1/2026).
Dr Tifa mengklaim sejumlah penelitian berbasis bukti ilmiah menunjukkan hubungan antara ptosis dengan gangguan kesehatan yang lebih kompleks.
“Evidence Based Medicine, basis bukti ilmiah yang jadi rujukan dokter seluruh dunia, membuktikan bahwa ptosis berhubungan dengan gangguan mental seperti depresi, bipolar, skizofrenia, serta penggunaan psikotropika atau narkoba,” ujarnya.













