JAKARTA (Akunberita.id) Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Senin (14/9/2026).
Pengangkatan tersebut dibacakan Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti, berdasarkan keputusan presiden untuk sisa masa jabatan 2024-2029.
“ Mengangkat Profesor Suahasil Nazara PhD sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dengan sisa jabatan 2024-2029,” kata Nanik saat membacakan keppres di Istana Negara, Jakarta.
Usai pembacaan keputusan, Suahasil mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo. Ia berjanji setia kepada UUD 1945, menaati peraturan perundang-undangan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi etika jabatan.
Rekam Jejak Akademisi dan Birokrat
Sebelum dipercaya menjadi Menkeu, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 25 Oktober 2019. Ia mendampingi pemerintahan pada era Presiden Joko Widodo hingga Presiden Prabowo Subianto.
Suahasil dikenal sebagai ekonom dan akademisi dengan pengalaman panjang di bidang kebijakan fiskal. Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1994, meraih gelar magister dari Cornell University pada 1997, serta gelar doktor ekonomi dari University of Illinois Urbana-Champaign pada 2003.
Karier akademiknya di Universitas Indonesia dimulai pada 1999. Ia kemudian dipercaya menjadi profesor pada 2009.
Di pemerintahan, Suahasil pernah terlibat dalam berbagai tim kebijakan, termasuk desentralisasi fiskal, pengawasan otonomi daerah, serta Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Pengalamannya di sektor keuangan semakin kuat setelah dipercaya menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan pada 2016.
Dengan rekam jejak tersebut, Suahasil kini menghadapi tanggung jawab besar dalam mengelola kebijakan fiskal dan menjaga stabilitas keuangan negara di tengah tantangan ekonomi.
Pelantikan Suahasil turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, sejumlah menteri kabinet, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta sejumlah pejabat negara lainnya.
