(Akunberita.id) Kanker adalah penyakit kompleks yang dipengaruhi oleh campuran faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup. Meskipun beberapa risiko berada di luar kendali, banyak kebiasaan yang diam-diam meningkatkan peluang terkena kanker seiring waktu.
Baca juga : Kenali Obat yang bisa Merusak Ginjalmu, Cegah dari Sekarang
Beberapa kebiasaan ini sering dianggap tidak berbahaya namun secara bertahap dapat meningkatkan risiko kanker di kemudian hari.
Dengan memahami kebiasaan tersebut, nantinya Anda bisa membuat pilihan yang lebih baik demi kesehatan jangka panjang.
Dilansir English jagran, berikut enam kebiasaan yang secara diam-diam dapat meningkatkan risiko kanker.
Gaya hidup kurang gerak
Duduk dalam waktu lama dan kurangnya olahraga tidak hanya dapat menyebabkan obesitas, tetapi juga peradangan ringan dan perubahan profil hormonal.
Hal ini pada gilirannya menciptakan lingkungan biologis yang mendukung inisiasi dan perkembangan kanker.
Kebiasaan tidur yang buruk
Kurang tidur atau tidur yang tidak teratur merupakan salah satu penyebab penurunan produksi melatonin.
Melatonin adalah hormon dengan efek antikanker dan perlindungan.
Pola tidur-bangun yang terganggu mengakibatkan sistem kekebalan tubuh yang terganggu sehingga regulasi berkurang dan sel-sel ganas lebih leluasa berkembang biak.
Stres kronis
Stres yang berkepanjangan berdampak pada kortisol serta kekuatan sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, paparan stres yang berlebihan akan mengubah seseorang menjadi pasien kanker karena kondisi sistem kekebalan tubuh yang terganggu.
Konsumsi alkohol
Bahkan jumlah alkohol yang sedang pun dapat menjadi faktor risiko kanker.
Mekanisme konversi alkohol yang lama mengubahnya menjadi asetaldehida, karsinogen yang sangat berbahaya yang sering ditemukan pada kanker payudara, kanker hati, dan kanker mulut.
Penggunaan tembakau
Baik dihisap atau dikunyah, tembakau tetap menjadi salah satu agen penyebab kanker yang paling ampuh
Ini adalah salah satu alasan utama mengapa risiko kanker meningkat di berbagai sistem organ sebagai akibat dari tindakannya langsung pada kerusakan DNA seluler.
Melewatkan pemeriksaan pencegahan
Dengan menunda pemeriksaan kesehatan dan skrining yang diperlukan secara teratur, sebagian besar orang baru mendiagnosis penyakit pada stadium lanjut ketika situasinya sudah rumit.












