TAHERAN (Akunberita.id) MOJTABA Hosseini Khamenei, putra almarhum Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan telah terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran berikutnya. Ia dikabarkan telah terpilih sebagai pengganti Khamenei oleh Majelis Pakar Iran, seperti dikutip dari NDTV.
Namun kabar terpilihnya Mojtaba Hosseini Khamenei dibantah pemerintah Iran melalui akun X Konsulat Jenderal di Mumbai. Iran mengatakan bahwa mereka “tidak memiliki sumber resmi”. “Laporan yang beredar di media mengenai calon pemimpin potensial yang dipilih oleh Majelis Pakar Iran tidak memiliki sumber resmi dan secara resmi dibantah,” katanya.
Kabar bahwa Mojtaba Khamenei merupakan calon kuat penggati Ali Khamenei disebut pula oleh media AS, The New York Post. Pria berusia 56 tahun itu difavoritkan untuk mengambil alih kendali Iran oleh Dewan Pakar Iran.
Media lain, termasuk media Israel dan saluran oposisi Iran, melaporkan pada Selasa pagi bahwa Mojtaba telah terpilih. Awalnya, Mojtaba diyakini termasuk di antara 40 ajudan utama Iran yang tewas dalam serangan hari Sabtu yang menewaskan ulama berpangkat tertinggi di Iran.
Awalnya, Mojtaba diyakini termasuk di antara 40 ajudan utama Iran yang tewas dalam serangan hari Sabtu yang menewaskan ayahnya yang berusia 86 tahun. Namun laporan tentang namanya yang disebut-sebut dalam diskusi suksesi kepemimpinan menunjukkan bahwa dia masih hidup dan sehat.
Motjaba adalah anak kedua dari Ali Khamenei. Ia dikenal karena ketaatannya yang teguh pada konservatisme garis keras seperti ayahnya dan memiliki hubungan dekat dengan badan militer Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Dia tidak memiliki peran resmi dalam rezim ayahnya, tetapi tetap dikenai sanksi oleh AS pada 2019. Jika benar Mojtaba sekarang memimpin Iran atau akan segera memimpinnya, penunjukan itu tidak terduga. Sebabnya Iran tak mengenal suksesi dari garis keturunan, terutama sejak monarki berhasil digulingkan dalam Revolusi Islam pada 1979.












