MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) terus membenahi organisasi sekaligus meningkatkan kualitas karya jurnalistik di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Pesan tersebut disampaikan Rico saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) I PWPM Tahun 2026 yang digelar di Hotel Madani Medan, Rabu, 19 Agustus 2026. Dalam kegiatan itu, PWPM turut memberikan penghargaan kepada 21 anak wartawan yang berhasil menorehkan prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
Menurut Rico, pelaksanaan raker tidak seharusnya hanya menjadi agenda formal tahunan. Forum tersebut perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi sekaligus menyusun arah organisasi agar PWPM berkembang menjadi organisasi profesi yang memiliki tata kelola dan kelembagaan yang semakin kuat.
“PWPM ini jangan hanya menjadi paguyuban. Harus mampu menjadi organisasi yang profesional dan ikut memberikan pemikiran, termasuk dalam menjaga arah kebijakan,” kata Rico.
Ia menilai keberadaan wartawan memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat dan pemerintahan. Selain menyampaikan informasi, wartawan juga berperan memberikan kritik, saran serta masukan terhadap berbagai kebijakan dan kinerja pemerintah.
Karena itu, Rico berharap penguatan organisasi berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia para anggotanya.
“Kalau sebuah organisasi berkembang secara profesional, tentu insan pers yang berada di dalamnya juga akan semakin menjunjung profesionalisme. Dengan begitu, kualitas pemberitaan akan semakin baik,” ujarnya.
Rico juga meminta PWPM tidak mengabaikan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi. Menurut dia, perkembangan media digital telah membuat penyebaran informasi tidak lagi terbatas pada portal berita.
Berbagai platform seperti YouTube, TikTok, Instagram, Reels hingga Facebook, kata Rico, dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan karya jurnalistik.
Ia berharap pembahasan dalam raker turut menghasilkan strategi agar wartawan anggota PWPM mampu mengembangkan konten di berbagai kanal digital.
“Kita berharap dalam raker ini dapat dirumuskan bagaimana pola pemberitaan ke depan bisa dikembangkan ke lebih banyak platform, sehingga informasi yang disampaikan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” katanya.
Meski mendorong inovasi digital, Rico mengingatkan agar kecepatan penyebaran informasi tidak mengorbankan akurasi. Ia menekankan bahwa wartawan harus tetap mengedepankan kapasitas, integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Menurutnya, pemberitaan yang bernada positif, kritik maupun bersifat netral merupakan bagian dari kebebasan pers selama memiliki dasar fakta yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pemberitaan yang baik, buruk ataupun netral tidak menjadi persoalan sepanjang bersumber dari realitas dan dapat dipertanggungjawabkan. Yang harus dihindari adalah pemberitaan yang tidak memiliki dasar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Rico.
Selain berita hard news, Rico mendorong PWPM menghasilkan konten kreatif yang dapat memperkenalkan berbagai potensi Kota Medan. Ia menyebut sejarah, budaya, kuliner dan pariwisata sebagai sejumlah tema yang dapat dikembangkan menjadi karya jurnalistik.
Menurut dia, podcast dan konten audiovisual lainnya juga dapat menjadi sarana untuk memperkaya produk jurnalistik PWPM. Para narasumber dapat berasal dari berbagai unsur pemerintahan, mulai dari wali kota, camat hingga pimpinan organisasi perangkat daerah.
“Kita memiliki banyak potensi, mulai dari kuliner sampai kebudayaan. Rekan-rekan wartawan memiliki kapasitas untuk mengolahnya menjadi karya yang kemudian bisa disebarluaskan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rico hadir bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan Arrahmaan Pane, Camat Medan Kota M. Andi Syahputra, Kabag Prokopim Arafat Syam dan jajaran Pemko Medan lainnya.
Rico berharap Raker I PWPM mampu menghasilkan program konkret yang memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas profesionalisme anggotanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta berharap Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting dapat menjalankan kepemimpinan secara adil dan mampu mengayomi seluruh anggota.
Sementara itu, Ketua PWPM M. Edison Ginting mengatakan Raker I menjadi forum strategis bagi organisasi untuk menentukan arah kebijakan dan program kerja PWPM ke depan.
Menurut Edison, raker tidak sekadar membahas agenda internal, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kontribusi organisasi bagi wartawan, Pemko Medan serta masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh wartawan agar tetap berpegang pada prinsip objektivitas dan kode etik jurnalistik. Setiap informasi yang akan dipublikasikan, kata dia, harus terlebih dahulu melalui proses verifikasi serta konfirmasi kepada pihak terkait.
“Wartawan tidak boleh hanya menerima informasi dari satu pihak. Harus ada konfirmasi dari pihak yang menjadi objek pemberitaan,” ujar Edison yang akrab disapa Cobra.
Selain itu, Edison mengajak anggota PWPM meningkatkan kemampuan melalui pendidikan dan pelatihan, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan kekompakan antaranggota. Kepentingan organisasi, menurutnya, harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Di sisi lain, Ketua Panitia Raker PWPM, Prans Hasibuan, menyampaikan bahwa sebanyak 21 anak wartawan dari tingkat SD, SMP hingga SMA mendapatkan apresiasi atas prestasi yang mereka raih.
Penghargaan tersebut diberikan untuk prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Menurut Prans, pemberian apresiasi menjadi pembeda dalam pelaksanaan raker tahun ini karena kegiatan tidak hanya berfokus pada agenda organisasi.
“Raker merupakan kegiatan yang lazim dilakukan organisasi. Namun, Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting ingin kegiatan ini memiliki nilai lebih. Karena itu, kami memberikan apresiasi kepada anak-anak wartawan yang berprestasi,” kata Prans.
Ia menambahkan, raker juga membahas program kerja dari masing-masing bidang sekaligus memfinalisasi sejumlah agenda yang akan menjadi acuan pelaksanaan kegiatan PWPM berikutnya.
Edison menilai penghargaan kepada anak-anak wartawan merupakan bentuk perhatian organisasi terhadap keluarga besar PWPM sekaligus upaya memberikan makna lebih pada pelaksanaan raker.
“Anak wartawan juga mampu berprestasi. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pak Wali Kota Medan yang terus memberikan perhatian dan kontribusi kepada rekan-rekan wartawan, khususnya yang bertugas di lingkungan Pemko Medan,” ujarnya.
Suasana Raker I PWPM berlangsung semarak dengan yel-yel yang dipimpin panitia. Kegiatan tersebut ditutup dengan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Raker I PWPM Tahun 2026.












