Ricuh Halal bi Halal di Aula Gubsu, Bobby “Murka”

  • Bagikan
bobby nasution bongkar center point

Pasca-Kericuhan Halal Bihalal KAMMI di Kantor Gubsu: Bobby Nasution Tegur Sekda dan Evaluasi Izin Ruangan

MEDAN (Akunberita.id) Buntut kericuhan yang mewarnai agenda Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Sumatera Utara pada Minggu (19/4), Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengeluarkan teguran keras. Bobby meminta prosedur peminjaman fasilitas di Kantor Gubernur diperketat guna menghindari kejadian serupa.

Sentilan Gubernur Bobby Nasution

Dalam sambutannya di acara tepung tawar jemaah calon haji, Senin (20/4), Bobby mengungkapkan kekecewaannya atas insiden yang disebutnya sebagai “pertumpahan darah” di Aula Raja Inal Siregar. Ia menginstruksikan Pj Sekda, Sulaiman Harahap, untuk lebih selektif dalam memberikan izin penggunaan ruangan.

“Tolong direvisi aturannya. Jangan asal diberikan izin jika penyelenggara tidak mampu menjaga kondusivitas dan esensi dari acara itu sendiri,” tegas Bobby. Ia menyayangkan acara yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi justru berakhir dengan bentrokan fisik.

Kronologi Insiden dan Korban Anggota Satpol PP

Kericuhan dilaporkan pecah sesaat setelah Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, meninggalkan lokasi acara. Meskipun agenda utama adalah pelantikan kepengurusan KA KAMMI periode 2025-2030 di bawah pimpinan Abdul Rahim Siregar, situasi di lapangan berubah menjadi tidak terkendali akibat konflik internal organisasi.

Kasatpol PP Sumut, Moettaqien Hasrimi, mengonfirmasi bahwa salah satu personelnya, Rahmat Daulay, menjadi korban pemukulan saat mencoba melerai massa.

  • Kondisi Korban: Rahmat mengalami pendarahan di bagian hidung dan segera dilarikan ke RS Haji Medan untuk menjalani visum.
  • Tindakan Aparat: Personel Satpol PP dan kepolisian dari Polres setempat langsung mengamankan lokasi dan membawa sejumlah orang yang terlibat keributan untuk dimintai keterangan.

Dua Sisi Penyebab Kericuhan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat perbedaan versi mengenai pemicu utama bentrokan:

  1. Versi PW KAMMI Sumut: Ketua PW KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe, menyatakan kericuhan dipicu oleh pelanggaran kesepakatan oleh panitia KA KAMMI. Ia menyebut adanya “penumpang gelap” dan kehadiran tokoh-tokoh yang sebelumnya telah disepakati untuk tidak hadir. Pihaknya mengklaim enam kader mahasiswa menjadi korban pemukulan dan intimidasi, termasuk dugaan penamparan oleh oknum tokoh senior.
  2. Versi Keamanan: Pihak keamanan melihat insiden ini murni sebagai gesekan internal organisasi yang gagal dimitigasi oleh penyelenggara sebelum acara dimulai.

Harapan Kedepan

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap organisasi kepemudaan dan alumni dapat melakukan konsolidasi internal secara matang sebelum menggelar kegiatan di fasilitas publik. Pengetatan izin penggunaan Aula Raja Inal Siregar kini menjadi prioritas agar fungsi kantor pemerintahan sebagai simbol pelayanan masyarakat tidak tercoreng oleh aksi kekerasan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *