Terpotong Kayu Bambu, KTP Jadi Penyelamat Jari Ryan di Rumah Sakit

  • Bagikan
kartu indonesia Sehat kota medan
kartu indonesia Sehat kota medan

MEDAN (Akunberita.id) – Menjadi sakit dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, bukanlah menjadi impian setiap orang. Karena peribahasa sehat itu mahal, sangat tepat di tengah kondisi perekonomian saat ini. Namun, malang tak dapat ditolak. Segala jalan hidup manusia tidak dapat diprediksi
karena merupakan hak Sang Maha Pencipta.

Begitu yang dialami, Ryan (30). Warga Kelurahan Cintai Damai Kecamatan Medan Helvetia itu, harus mendapat perawatan medis di rumah sakit untuk ketiga jarinya yang terkoyak akibat memotong tanaman bambu di depan rumahnya.
“Iya tadi saya potong pohon bambu yang tumbuh di depan rumah. Karena sudah sangat rimbun, jadi saya potong dengan menggunakan parang. Sudah beberapa batang berhasil terpotong, tapi sialnya ada sisa batang bambu saya tarik pakai tangan, dan ternyata bambu setengah terputus itu menggoreskan jari saya hingga terkoyak dan mengeluarkan darah banyak,” ceritanya saat ditemui di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Sundari Medan, Minggu (23/2).

Dengan panik, lanjut Ryan, orangtua nya membawa ia ke rumah sakit Sundari dan langsung menuju IGD. Oleh perawat yang bertugas, langsung diberi penanganan membersihkan luka dan mendapatkan 15 jahitan. “Saat saya diobati, ibu disuruh mendaftar di ruang pendaftaran. Saya sudah bawa KTP dan BPJS yang memang selalu ada di dalam dompet. Jadi berkas itu saja yang dikasih ibu ke staf rumah sakit,” katanya.

Dibenarkan ibu pasien, Nirwana (65), kalau ia diminta berkas KTP anaknya. “Karena ada KIS BPJS juga saya serahkan ke mereka dan dicek mereka bahwa BPJS nya kelas 3 yang tanggungan pemerintah. Setelah isi formulir pendaftaran dan menuliskan kronologis kejadian kecelakaan itu, kami hanya disuruh membayar materai dan kartu berobat. Untuk biaya di IGD semuanya gratis. Mereka juga bilang kalau nanti mau buka jahitannya bisa di rumah sakit atau puskesmas dengan membawa KTP dan kartu BPJS nya,” ungkap Nirwana.

Karena tidak masuk pasien yang perlu diopname, setelah mendapatkan pertolongan pertama dan jahitan pada lukanya, Ryan pun diperbolehkan pulang dan diberi obat oleh perawat di IGD. “Alhamdulillah tidak perlu dirawat. Tadi juga dokter IGD nya juga ikut memeriksa kondisi anak saya. Dan semoga luka jahitan cepat kering, anak saya bisa bekerja lagi sebagai buruh bangunan,” kata Nirwana.

Keberuntungan Ryan berobat gratis di rumah sakit memang tidak semua bisa dialami warga Kota Medan. Karena belum semua memiliki KIS BPJS yang ditanggung pemerintah. Kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Medan meluncurkan program Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB) yang telah berjalan sejak 1 Desember 2022.

Namun, menurut Anggota DPRD Kota Medan, Afif Abdillah SE, program UHC hingga saat ini masih perlu banyak dilakukan perbaikan. Karena rumah sakit sebagai pihak yang memberi pelayanan medis belum sepenuhnya menjalankan perintah agar tidak melakukan penolakan pasien UHC dengan alasan apapun.

“Anggaran program UHC ini besar Rp 250 miliar ditahun 2025. Jadi rumah sakit jangan takut tidak terbayar. Tidak alasan menolak pasien yang mau berobat dengan pakai KTP/KK. Ini yang harus terus diingatkan. DPRD Medan akan terus mengawasi pelaksanaan program UHC serta mendorong Pemko terus melakukan perbaikan sistemnya,” kata Afif.

Menurut Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Medan ini, program UHC yang sekarang ini bisa diganti dengan UHC premium. Dimana harus ada jaminan tersedianya kamar perawatan. Harus diumumkan di depan rumah sakit berapa kamar tersedia. Jangan ada lagi alasan ruangan kelas 3 penuh. Kalau rumah sakit ketahuan berbohong, maka bisa dikenakan sanksi teguran hingga mencabut izin operasionalnya.

“Insya Allah sedang disusun programnya. Termasuk yang akan secepatnya diprogramkan dalam masa transisi ini. Kalau secara anggaran setidaknya di tahun depan bisa masuk ke R APBD setelah di ajukan di tahun ini. Alhamdulillah Walikota Medan Rico Waas mendukung rencana program UHC premium yang dalam waktu dekat akan kita paparkan susunan programnya,” tutur Afif Abdillah. (Raja)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *