MEDAN | Kasus lauk berlendir program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah, mendapat perhatian serius Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Kota Medan. Demikian halnya yang dialami siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2, Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Kampung Baru,
Sekretaris Disdikbud Kota Medan Andy Yudhistira, Jumat (31/10/2025) menegaskan, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin agar program yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto di SMP negeri maupun swasta di Kota Medan berjalan sebagaimana diharapkan.
Lebih lanjut ia mengursikan, proses awal program MBG ditandai dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG dengan pihak sekolah.
“Jadi kita dari Disdikbud Kota Medan hanya memberikan data, sekolah mana saja yang terdekat. Sekitar radius 3 kilometer dari dapur SPPG. Selanjutnya pihak SPPG yang berkomunikasi dengan pihak sekolah.
Sedangkan mengenai kasus menu yang tidak layak sampai ke para siswa, regulasinya adalah pihak sekolah terkait yang menyampaikannya ke dapur SPPG yang menyalurkan MBG tersebut.
“Kita kemarin punya pengalaman tempo hari di SMPN 3 Medan. Bahwasanya lauk ayamnya itu agak berlendir. Langsung pihak sekolah konfirmasi ke dapur SPPG,” sambung mantan Kabid SMP Disdikbud Kota Medan itu.
Di SPPG sudah ada ahli ahli gizi yang memeriksa kelayakan itu bisa dimakan atau tidak. Langsung SPPG-nya melakukani pengecekan ke lokasi (sekolah). Ada beberapa siswa memang mengkonsumsinya dan tidak masalah.
“Ada juga sekolah karena ditengoknya berlendir menolak. Itu koordinasinya antara sekolah dengan SPPG. Disdikbud Kota Medan hanya memberikan data awal berupa kuota sekolah yang akan menerima program BMG,” timpalnya.
Di bagian lain, Andy Yudhistira menambahkan, beberapa SPPG juga ada yang mandiri, dikelola pihak swasta. Mereka berkoordinasi ke sekolah masing-masing. Pihak sekolah kemudian memberikan pemberitahuan ke dinas, ada menerima program MBG.
Sedangkan total jumlah SMPN maupun swasta di Kota Medan penerima program MBG, sambungnya, belum fiks. Masih terus berproses. Karena ada juga baru tahapan survey dari SPPG, namun belum menerima fisik BMG.
“Data di Disdikbud Kota Medan, total SMP negeri maupun swasta sebanyak 430-an,” pungkasnya.
Berlendir
Sementara informasi yang dihimpun, kasus lauk MBG berlendir pekan ketiga September 2025 dan pekan kedua Oktober 2025 baru lalu. Para siswa pun enggan mengkonsumsinya.
Awak media pun telah berupaya melakukan konfirmasi. Dewi Sri Indriati Kusuma merupakan Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMPN 2 Medan. Disebut-sebut ebih sering berkantor di SMPN 18 Medan, Jalan Kemuning Perumnas Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia.
Namun sayangnya, Dewi Sri Indriati Kusuma yang berulang kali dicoba ditemui, lagi-lagi berada di luar kantor. Demikian halnya konfirmasi lewat pesan teks dan telepen WhatsApp (WA) hingga, petang pukul 15.00 WIB tadi, belum memberikan tanggapan.
Tidak diketahui secara pasti, apakah sengaja memilih bungkam, ‘alergi’ menghadapi awak media atau ada pertimbangan lain.(****)
Kasus Lauk MBG Berlendir di SMPN 2, Ini Penjelasan Sekretaris Disdikbud Kota Medan













