Netanyahu Terang-terangn ingin Kuasai Gaza secara Penuh

  • Bagikan
gencatan senjata hamas
gencatan senjata hamas

Tel Aviv/Gaza – 8 Agustus 2025. Pemerintah Israel mengisyaratkan keinginan untuk mengambil alih kendali penuh atas Jalur Gaza, menyusul agresi militer berkepanjangan yang telah berlangsung sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Pernyataan terbaru dari sejumlah pejabat tinggi Israel memperkuat kekhawatiran bahwa Tel Aviv tidak hanya berniat menghancurkan Hamas, tetapi juga ingin menghapus struktur pemerintahan Palestina di Gaza.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, dalam wawancara pekan ini mengatakan, “Solusi untuk Gaza adalah kontrol penuh Israel dan pemindahan populasi yang bermusuhan.” Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum secara resmi menyatakan rencana pendudukan permanen, namun beberapa langkah militer dan administratif menunjukkan arah ke sana.

Menurut laporan dari media Israel seperti Haaretz dan Times of Israel, pasukan IDF (Israel Defense Forces) terus memperluas operasi militer di seluruh wilayah Gaza, termasuk di bagian selatan yang sebelumnya dianggap “zona aman”. Sejak awal 2024, militer Israel telah mendirikan pos permanen di beberapa titik strategis, yang disebut oleh para analis sebagai langkah awal menuju kontrol teritorial penuh.

Dalam laporan bulan Juli 2025, PBB mencatat bahwa lebih dari 1,9 juta warga Palestina di Gaza telah mengungsi, sebagian besar hidup dalam kondisi darurat. Sekjen PBB António Guterres memperingatkan bahwa “setiap upaya aneksasi atau pendudukan permanen atas Gaza bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam PBB.”

AS dan Uni Eropa Beri Teguran

Meskipun selama ini menjadi sekutu utama Israel, Amerika Serikat mulai menunjukkan kekhawatiran. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyatakan bahwa “Gaza bukan bagian dari solusi jika diambil alih secara permanen oleh Israel.” Uni Eropa pun mengeluarkan pernyataan keras, menegaskan bahwa masa depan Gaza harus ditentukan oleh rakyat Palestina, bukan hasil intervensi militer.

Reaksi Palestina dan Dunia Arab

Pemerintah Otoritas Palestina mengecam rencana Israel sebagai bentuk kolonialisme baru. Juru bicara Mahmoud Abbas mengatakan, “Israel tidak ingin perdamaian. Mereka ingin menggusur satu bangsa dan menggantinya dengan kekuasaan militer.”

Pejabat Hamas, Osama Hamdan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kelompok itu akan memperlakukan pasukan apa pun yang dibentuk untuk memerintah Gaza sebagai pasukan “pendudukan” yang terkait dengan Israel.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *