MADRID (AKunberita.id) Pemerintah Spanyol menyatakan negaranya tidak ingin terseret dengan perang AS-ISrael melawan Iran. Sebagai salah satu anggota NATO hal ini membuat Presiden AS Donald trump “murka”” dan mengancam akan memutuskan hubungan dagang dengan Spanyol.
Menanggapi ancaman embargo dagang AS tersebut, Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan tidak gentar dengan ancaman tersebut.Pedro menegaskan AS harus mematuhi hukum internasional dan perjanjian dagang dengan Uni Eropa.
Sebelumnya, Donald Trump mengancam akan menerapkan embargo perdagangan karena Spanyol menolak pangkalan militer AS di negaranya digunakan untuk menyerang Iran.
“Kami memiliki sumber daya cukup untuk menangani dampak yang mungkin akibat embargo perdagangan oleh AS,” demikian pernyataan pemerintah Spanyol dikutip Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).
“AS harus mematuhi hukum internasional dan perjanjian dagang bilateral AS-Uni Eropa.”
Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengecam keras tindakan AS-Israel yang memulai serangan ke Iran pada Sabtu (29/2/2026). Ia menyerukan dialog untuk mengakhiri perang dan mengkritik “intervensi militer berbahaya dan tanpa justifikasi.”
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares kemudian menyatakan tidak akan mengizinkan pangkalan-pangkalan militer di negaranya digunakan untuk menyerang Iran. Pangkalan militer tersebut diketahui dioperasikan secara bersama oleh AS dan Spanyol.
Karena tak dapat izin, pemerintah AS pun mesti merelokasi 15 pesawat yang sebelumnya bersiaga di pangkalan militer Rota dan Moron, selatan Spanyol. Pesawat yang direlokasi termasuk pesawat pengisi bahan bakar yang mendukung operasi militer.
Presiden AS Donald Trump lantas merespons penolakan Spanyol dengan berang. Sebelum rapat dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Washington, Selasa (3/3), Trump menyatakan akan menerapkan embargo perdagangan terhadap Spanyol.
“Kami akan memutus semua hubungan dagang dengan Spanyol. Kami tidak ingin terlibat urusan apa pun dengan Spanyol,” kata Donald Trump.












