ADVERTORIAL
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-436 Kota Medan sebagai momentum untuk memperkuat semangat membangun kota yang lebih inklusif, maju, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Rico Waas saat menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPRD Kota Medan dalam rangka Hari Jadi ke-436 Kota Medan, Selasa (30/6).
“Seluruh masyarakat, saya mengucapkan selamat Hari Jadi ke-436 Kota Medan. Ini bukan hanya menandai panjangnya perjalanan sejarah, tetapi juga mencerminkan semangat yang terus tumbuh untuk menjadikan Medan sebagai kota yang lebih inklusif, maju, dan berkelanjutan, serta memberikan kesejahteraan bagi seluruh warga,” ujar Rico Waas.

Dalam pidatonya, Rico Waas menegaskan visi pembangunan Kota Medan, yakni mewujudkan Medan Bertuah yang inklusif, maju, dan berkelanjutan melalui semangat transformasi menuju Medan Satu Data. Menurutnya, visi tersebut menjadi arah besar pembangunan agar setiap kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mengatakan Kota Medan memiliki posisi strategis sebagai pusat perekonomian Indonesia bagian barat. Keunggulan geografis, konektivitas, dan keberagaman menjadi modal penting untuk mendorong investasi, perdagangan, pariwisata, serta industri kreatif, sekaligus memperkuat peran Medan sebagai pintu gerbang pertumbuhan ekonomi regional.
Selain pembangunan ekonomi, Rico Waas menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui peningkatan literasi generasi muda. Menurutnya, investasi terbesar bagi masa depan Kota Medan adalah melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memiliki integritas, semangat kebangsaan, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap kota.

Ia menjelaskan pembangunan Kota Medan difokuskan pada tujuh misi, yakni Medan Berbudaya, Energik, Ramah, Tertib, Unggul, Aman, dan Humanis. Ketujuh misi tersebut diwujudkan melalui 17 program unggulan yang menjadi arah kebijakan pembangunan daerah.
Beberapa program prioritas yang dipaparkan antara lain pelatihan wirausaha, pengembangan pasar UMKM, serta pelatihan keterampilan berbasis digital yang didukung bantuan bagi UMKM rumahan untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro.
Di bidang pelayanan publik, Pemerintah Kota Medan terus memperkuat digitalisasi sistem layanan terpadu sekaligus menciptakan lapangan kerja baru guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, pada aspek ketertiban kota, pemerintah memfokuskan penataan lalu lintas, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan melalui pembentukan tim keamanan lingkungan yang melibatkan partisipasi masyarakat.

Rico Waas juga menyampaikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dan pendidikan, khususnya di kawasan Medan Utara, melalui pembangunan empat puskesmas dan puskesmas pembantu serta penguatan berbagai program pendidikan dan percepatan penurunan stunting.
Untuk meningkatkan keamanan kota, Pemko Medan juga memperluas pemasangan penerangan jalan umum dan membangun jaringan CCTV yang saling terintegrasi. Tahun ini pembangunan difokuskan pada infrastruktur jaringan sebagai fondasi sebelum pemasangan CCTV dilakukan secara masif di seluruh wilayah Kota Medan.
“Ke depan, CCTV akan dipasang secara masif agar seluruh Kota Medan dapat terpantau dalam satu sistem yang terintegrasi, sehingga pengawasan dan keamanan kota dapat semakin ditingkatkan,” kata Rico Waas.
Ia juga memaparkan sejumlah program yang telah direalisasikan Pemerintah Kota (Pemko) Medan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di antaranya pemberian bantuan bagi penyandang disabilitas, santunan kepada korban tindak pidana kriminal, serta pembangunan dan rehabilitasi prasarana drainase kota.

Menurutnya, hingga saat ini Pemko Medan telah membangun dan merehabilitasi sebanyak 568 titik drainase dengan total panjang mencapai 294.830 meter sebagai langkah mengurangi potensi banjir dan meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan.
Wali Kota menegaskan berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemko Medan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, kepala lingkungan, hingga Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak mungkin dicapai hanya oleh satu orang, melainkan melalui kerja sama seluruh unsur pemerintahan.
Rico Waas sempat menyampaikan candaan ketika sistem suara di ruang rapat sempat mengalami gangguan. Ia menegaskan hubungan kerjanya dengan Wakil Wali Kota tetap harmonis dan penuh semangat kebersamaan.
“Kami terus saling mendukung dalam bekerja. Yang terpenting bukan kami berdua, tetapi masyarakat Kota Medan,” ujarnya.
Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Kota Medan, Rico Waas mengajak seluruh unsur legislatif dan eksekutif untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjalankan amanah masyarakat. Menurutnya, setiap keputusan yang diambil pemerintah dan DPRD akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sehingga harus dilandasi komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik.
Ia mengingatkan bahwa berbagai capaian pembangunan yang telah diraih saat ini baru sebatas indikator keberhasilan. Di lapangan, masyarakat masih membutuhkan kerja keras, inovasi, dan komitmen yang lebih besar dari seluruh pemangku kepentingan.
“Masih akan ada hari-hari yang melelahkan, hari-hari yang mungkin membuat kita tidak tidur. Namun ketika masyarakat mulai tersenyum karena merasakan manfaat pembangunan, di situlah kebahagiaan dan keberhasilan kita sebagai pelayan masyarakat,” katanya.
Rico Waas mengajak seluruh unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan menjadikan masa pengabdian saat ini sebagai kesempatan untuk meninggalkan warisan pembangunan (legacy) terbaik bagi masyarakat Kota Medan.

Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin bukan diukur dari seberapa besar namanya dikenal, melainkan dari manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat dan keberlanjutan pembangunan yang dirasakan oleh generasi berikutnya.
“Saya mengajak seluruh yang hadir di sini, pada periode kepemimpinan kita saat ini, mari tinggalkan legacy terbaik untuk masyarakat Kota Medan. Bukan hanya nama saya yang perlu dikenang, tetapi seluruh pihak yang mengabdi untuk Kota Medan, mulai dari anggota DPRD, OPD, camat, lurah, kepala lingkungan, hingga seluruh unsur Forkopimda, semoga dikenang sebagai orang-orang yang bekerja dengan baik untuk masyarakat,” ujar Rico Waas.
Ia menegaskan bahwa integritas menjadi modal utama dalam menjalankan amanah sebagai pelayan publik. Tanpa integritas dan komitmen kepada masyarakat, seluruh jabatan dan capaian yang diraih tidak akan memiliki makna.
Rico Waas mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat komitmen dalam membangun Kota Medan dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
Menurutnya, tantangan seperti banjir, perbaikan drainase, jalan rusak, penyalahgunaan narkoba, kemiskinan, pendidikan, serta berbagai persoalan sosial lainnya harus menjadi perhatian bersama agar dapat diselesaikan secara bertahap melalui kolaborasi seluruh pihak.
“Mari kita ciptakan karya terbaik untuk masyarakat Kota Medan. Apa yang sudah kita kerjakan hari ini harus terus kita tingkatkan. Semua yang kita lakukan semata-mata untuk masyarakat,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Rico Waas mengajak seluruh jajaran pemerintah, DPRD, Forkopimda, dan seluruh pemangku kepentingan menjadikan Hari Jadi ke-436 Kota Medan sebagai momentum memperkuat persatuan dan semangat gotong royong dalam membangun kota.

“Di usia ke-436 tahun ini, mari kita jadikan semangat kebersamaan sebagai kekuatan untuk terus membangun Kota Medan. Semoga setiap langkah yang kita lakukan memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tutupnya.
Sementara Gubernur Sumatera Utara diwakili Asisten Pemerintahan Pemprovsu Sumatera Utara, Basarin Yunus Tanjung, mengucapkan selamat Hari Jadi ke-436 Kota Medan serta berharap kota ini terus berkembang menjadi kota metropolitan yang maju, mandiri, kompetitif, dan memberikan kesejahteraan secara merata bagi seluruh masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumut dan seluruh masyarakat Sumatera Utara, saya mengucapkan selamat Hari Jadi ke-436 Kota Medan. Semoga di usia yang semakin matang ini, Kota Medan semakin kokoh menjadi kota metropolitan yang maju, mandiri, semakin kompetitif, serta merata untuk semua,” ujarnya.
Dijelaskannya bahwa sejarah Kota Medan yang berawal dari sebuah perkampungan kecil yang didirikan Guru Patimpus di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura, menjadi bukti bahwa kemajuan kota lahir dari kerja keras, keterbukaan terhadap perubahan, serta kemampuan menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Karena itu, tema Hari Jadi ke-436 Kota Medan, “Medan Tangguh, Maju untuk Semua”, dinilai sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini. Tema tersebut mencerminkan semangat membangun kota yang tangguh menghadapi perubahan sekaligus memastikan seluruh masyarakat memperoleh manfaat dari hasil pembangunan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menilai Kota Medan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat perdagangan, jasa, investasi, pendidikan, dan kesehatan.
Keberadaan Pelabuhan Belawan, Bandara Internasional Kualanamu, jaringan Jalan Tol Trans Sumatera, serta perkembangan ekonomi digital menjadi modal besar untuk meningkatkan daya saing Kota Medan di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat yang hidup berdampingan di Kota Medan disebut sebagai kekuatan utama yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai fondasi pembangunan yang harmonis.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumut menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program strategis nasional di daerah, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pelaksanaan program makan bergizi gratis, pembangunan sekolah unggulan, peningkatan layanan kesehatan, pembangunan rumah sakit, penguatan ketahanan pangan, transformasi digital pemerintahan, penyediaan perumahan masyarakat, hingga pengembangan industri yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Pemprov Sumut juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pemenuhan standar pelayanan minimal di bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, sosial, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Sumut mengajak Pemko Medan dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat pembangunan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Medan dan Sumatera Utara secara keseluruhan,” tuturnya.












