Pulau Kalimantan di Landa Kebakaran Hebat

  • Bagikan

MEDAN – Pulau Kalimantan dipenuhi tanda lingkaran merah di aplikasi Google Maps. Titik merah dengan keterangan severe fire (kebakaran parah) tersebut tampak tersebar di berbagai wilayah Kalimantan, paling padat di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan pantauan Akunberita (jumat 21 agustus 2026) fenomena ini menjadi trending topik di sosial media. warganet khawatir dengan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang berpotensi kekeringan bahkan lebih parah lagi.

Titik merah tersebut tersebar luas di seluruh wilayah Kalimantan, mulai dari Kalimantan Utara hingga Kalimantan Selatan.

“Maaf ganggu scrolling-nya. Cuma mau info. Seluruh penjuru pulau Kalimantan bagian Indonesia kebakaran. Setiap titik api sangat besar dan luas. Bisa 2x lipat Jakpus dan 1,3x kota Denpasar,” tulisnya.

Warganet lain turut membagikan video yang memperlihatkan kondisi terkini di lapangan. Tampak asap tebal menyelimuti ruas jalan di Kalimantan, yang memicu bergemanya tagar #PrayForKalimantan.

“Kalau kalian penasaran seberapa berbahaya dan seberapa dekat karhutla dengan area pemukiman warga di Kalimantan, lihatlah ini! Semoga bantuan cepat tersalurkan, semoga cepat turun hujan, dan semoga ada solusi yang bisa menyelesaikan masalah ini. Pray for Kalimantan,” tulis seorang pengguna sembari mengunggah dokumentasi video dan foto.

Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa Satuan Tugas (Satgas) penanganan karhutla, baik tim darat maupun udara, terus berupaya memadamkan api di sejumlah provinsi terdampak.

“Namun demikian, sampai sekarang belum ada penutupan bandara akibat karhutla tersebut,” ujar Berton dalam keterangan tertulis kepada CNBC Indonesia.

Karhutla bukan isu baru di Indonesia. Rekam sejarah mencatat bencana ekologis ini telah berulang kali menghantam wilayah Sumatra dan Kalimantan, memicu kerugian ekonomi bernilai fantastis hingga krisis kesehatan lintas negara.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *