MEDAN (Akunberita.id): Program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagasan Presiden RI Prabowo Subianto di sejumlah sekolah negeri maupun swasta di Kota Medan terus menggeliat dan berdinamika. Salah satunya, kasus lauk yang berlendir.
Pekan ketiga September 2025 lalu, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi seputar laporan orang tua siswa pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2, Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, soal lauk MBG berlendir. Beberapa siswa pun enggan menyantapnya.
Informasi dihimpun, Dewi Sri Indriati Kusuma merupakan Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMPN 2 Medan. Lebih sering berkantor di SMPN 18 Medan, Jalan Kemuning Perumnas Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia.
“Ibu itu (Dewi Sri Indriati Kusuma) di sini Plh Kepsek. Beliau (rangkap jabatan) Kepala SMPN 18 Medan. Lebih sering berkantor di sana,” kata sumber yang enggan disebut jati dirinya.
Namun beberapa kali dicoba ditemui di SMPN 18 Medan, yang bersangkutan menurut petugas pengaman internal sekolah, lagi berada di luar.
Kasus serupa juga dialami siswa pada pekan kedua Oktober 2025 baru lalu. Dewi Sri Indriati Kusuma yang dicoba dikonformasi lewat pesan teks maupun sambungan telepon WhatsApp (WA) sejak, Kamis (30/10/2025) hingga Jumat sore ini sekira pukul 15.00 WIB, belum memberikan respons.
Sementara menurut pria yang mengantarkan MBG menggunakan pick up tertutup, Kamis (29/10/2025), bila ada keluhan soal menu MBG, pihak SMPN 2 sudah ada nomor kontak dari dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Dapur SPPG-nya di daersh Medan Poloni ini,” katanya datar.
Sehat Cerdas
Sementara mengutip laman resmi kepresidenan, program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas. Program ini dirancang tidak hanya untuk mengatasi persoalan gizi, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa.
“Makan Bergizi Gratis pada dasarnya adalah penyediaan makanan bergizi tanpa biaya. Program ini lahir dari pengalaman saya selama bertahun-tahun berkampanye,” ujar Presiden Prabowo saat menghadiri Forbes Global CEO Conference 2025, di Hotel The St Regis, medio Oktober 2025 lalu.
Presiden mengungkapkan bahwa gagasan MBG berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dan stunting di berbagai daerah. Dalam setiap kunjungan, Kepala Negara melihat sendiri anak-anak yang tampak jauh lebih muda dari usia sebenarnya akibat kemiskinan dan keterbatasan asupan makanan.
Soal Lauk MBG Berlendir, Plh Kepala SMPN 2 Medan Milih ‘Bungkam’












