MEDAN (Akunberita.id) Sejumlah aktor Marvel termasuk Benedict Cumberbatch, Mark Ruffalo, dan Don Cheadle bergabung dalam seruan pembebasan Marwan Barghouti. Barghouti diketahui merupakan tokoh perjuangan Palestina yang telah dipenjara Israel selama lebih dari dua dekade.
Setidaknya 20 aktor kini telah bergabung dalam pernyataan bersama yang mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pemerintah di berbagai negara untuk secara aktif mendorong pembebasan Barghouti. Dukungan tersebut menjadi bagian dari kampanye internasional “Free Marwan”, yang telah memperoleh dukungan dari lebih dari 200 tokoh terkemuka dari dunia film, musik, sastra dan kebudayaan.
Di antara tokoh publik yang mendukung pernyataan ini adalah Cumberbatch, pemeran Doctor Strange dalam Marvel Cinematic Universe; Ruffalo, yang dikenal luas dalam waralaba tersebut sebagai Bruce Banner/Hulk; dan Cheadle, pemeran James Rhodes atau War Machine. Dukungan itu datang dari sejumlah aktor lain yang memiliki keterkaitan dengan Marvel, di antaranya Cate Blanchett, Tilda Swinton, Daniel Brühl, Rebecca Hall, Zawe Ashton, Tatiana Maslany, May Calamawy, Emma Corrin dan Kingsley Ben-Adir. Nama-nama lain yang mendukung seruan ini antara lain lan McKellen, Brian Cox, Riz Ahmed, Elliot Page, Hugo Weaving, Dan Stevens, Rob Delaney, dan Jason Flemyng.
“Kami menyatakan keprihatinan mendalam atas penahanan berkelanjutan terhadap Marwan Barghouti, perlakuan kasar yang dialaminya, serta penolakan terhadap hak-hak hukumnya selama masa penahanan,” demikian bunyi pernyataan mereka dilansir laman The National, Ahad (28/8/2026).
“Kami menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pemerintah di seluruh dunia untuk secara aktif mengupayakan pembebasan Marwan Barghouti dari penjara Israel,” ujarnya.
Siapakah Marwan Barghouti?
Barghouti (67 tahun) telah dipenjara oleh Israel selama lebih dari dua dekade dan tetap menjadi salah satu tokoh paling terkemuka dalam politik Palestina. Sebagai anggota senior Fatah, ia ditangkap oleh pasukan Israel pada tahun 2002 selama
Pada 2004, pengadilan Israel menjatuhkan hukuman lima kali penjara seumur hidup ditambah 40 tahun penjara kepada Marwan Barghouti setelah dinyatakan bersalah atas serangan yang menewaskan lima orang.
Barghouti membantah tuduhan tersebut dan menolak mengakui legitimasi pengadilan Israel. Meski telah menghabiskan lebih dari dua dekade di penjara, ia tetap menjadi salah satu tokoh politik Palestina yang paling populer. Berulang kali, jajak pendapat menempatkannya sebagai salah satu kandidat potensial untuk memimpin Palestina di masa depan
Para pendukungnya menilai Barghouti memiliki kemampuan untuk menjembatani perpecahan di antara faksi-faksi politik Palestina dan menjadi figur yang mampu menyatukan berbagai kelompok. Karena itu, Barghouti kerap dibandingkan dengan mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela.
Pernyataan terbaru ini menambah momentum kampanye yang jauh lebih luas, yang melibatkan lebih dari 200 tokoh budaya. Di antara pendukung sebelumnya terdapat penulis Margaret Atwood dan peraih Hadiah Nobel Annie Ernaux, serta musisi Sting, Paul Simon, Annie Lennox, dan Brian Eno.
Aktor sekaligus presenter Stephen Fry, mantan pemain sepak bola dan penyiar Gary Lineker, serta pengusaha Richard Branson juga turut mendukung kampanye ini. Brian Eno sebelumnya pernah membandingkan upaya membebaskan Barghouti dengan kampanye internasional yang muncul demi mendukung Mandela pada masa apartheid.
“Sejarah menunjukkan kepada kita bahwa suara-suara dari kalangan budaya dapat mengubah arah politik. Sebagaimana solidaritas global membantu membebaskan Nelson Mandela, kita semua memiliki kekuatan untuk mempercepat hari di mana Marwan Barghouti dapat menghirup udara kebebasan,” kata Eno.
Keluarga dan para pendukung Barghouti berulang kali menyatakan bahwa ia mengalami kekerasan, pelecehan, dan perlakuan buruk selama masa penahanannya. Selama di penjara, Barghouti merilis sebuah buku setebal 255 halaman pada tahun 2011, yang ditulis secara diam-diam dan diselundupkan keluar oleh pengacara serta anggota keluarganya, untuk memaparkan pengalamannya selama dipenjara.
la juga dijadwalkan menerbitkan kumpulan tulisannya pada akhir tahun ini. Buku berjudul Unbroken: In Pursuit of Freedom for Palestine yang diterbitkan oleh Penguin, akan dirilis pada 5 November. Buku tersebut akan memuat kata pengantar dari istrinya, Fadwa Barghouti, seorang tokoh yang gencar mengampanyekan pembebasannya.












