MEDAN – Ditengah gemerlapnya Piala Dunia, kabar duka kembali datang dari dunia Sepak Bola Palestina. Penjaga gawang Timnas Palestina, Saleem Khader Al Ashqar, gugur akibat ditembak tentara Israel di Jalur Gaza pada pekan ini. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) melalui sebuah pernyataan resminya.
Gugurnya pesepakbola yang bermain untuk Klub Khadamat Khan Younis menambah panjang daftar atlet atau tokoh-tokoh olahraga Palestina yang gugur akibat genosida Israel sejak Oktober 2023.
Menurut situs TRT World, Saleem keluar rumah bukan untuk bertanding sepak bola, melainkan demi mencari tabung gas untuk memasak makanan bagi keluarga kecilnya.
Perjalanan Saleem menggunakan sepeda motor melewati daerah Al-Qarara, timur laut Khan Younis, berakhir tragis di tangan Israel. Saleem mengembuskan nafas terakhirnya pada Selasa (02/07/2026) akibat luka-luka yang dideritanya.
Dia meninggalkan sang istri yang baru dinikahinya lima bulan lampau. Istrinya tengah mengandung anak pertama mereka.Asosiasi Sepak Bola Palestina menyatakan bahwa Saleem telah membela beberapa klub di Gaza, termasuk Khadamat Khan Younis, Al-Aqsa, dan Al-Masdar, serta dikenal sebagai salah satu penjaga gawang terkemuka di turnamen lokal jalur Gaza.
Kabar kematian Saleem Khader Al-Ashqar dengan cepat memicu simpati dari berbagai pihak di dunia olahraga. Para suporter dari berbagai negara, mulai dari Aljazair hingga Bosnia, memastikan isu Palestina tetap mendapat perhatian di ajang empat tahunan tersebut. Bendera dan nyanyian penghormatan untuk warga Gaza menggema di Kansas City saat Aljazair berhadapan dengan Argentina.
Klub sepak bola asal Chile, Deportivo Palestino, turut menyampaikan dukacita mereka melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu waktu setempat.
“Kami sangat berduka atas kematian tragis kiper Palestina berusia 32 tahun, Saleem Al-Ashqar. Ia tewas ditembak oleh militer Israel. Kami sangat sedih dengan berlanjutnya peristiwa semacam ini. Kami menyerukan keadilan dan perdamaian,” demikian pernyataan Deportivo Palestino.
Dukungan serupa juga datang dari suporter Yordania. Mereka memberikan penghormatan kepada saudara dan saudari Palestina mereka menjelang laga melawan Argentina di Arlington, Texas. Banyak suporter di antara kerumunan penonton terlihat mengenakan keffiyeh bermotif kotak-kotak hitam putih, simbol yang identik dengan identitas Palestina.
Terima kasih atas dedikasimu, Saleem. Kepergianmu adalah duka bagi dunia kemanusiaan. Mari terus membersamai perjuangan saudara kita di Palestina, karena kemanusiaan di atas segalanya












