Inflasi Sumut Januari 2026 Capai 3,81 Persen, Tertinggi di Gunungsitoli

  • Bagikan
bps sumut
bps sumut

Medan (AKunberita.id) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat laju inflasi tahunan (year on year/yoy) di Sumut pada Januari 2026 mencapai 3,81 persen. Angka tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang berada di level 111,41.

Berdasarkan data BPS, inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli dengan capaian 8,68 persen dan IHK sebesar 116,41. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Karo, yakni 2,73 persen dengan IHK 111,23.

Statistisi Ahli Utama BPS Sumut, Misfaruddin, menjelaskan bahwa inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Dari 11 kelompok, sembilan di antaranya mengalami peningkatan indeks.

Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 16,40 persen. Disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 8,42 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 2,94 persen.

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 2,82 persen, kelompok pendidikan 2,75 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran 2,31 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 1,78 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 1,32 persen, serta kelompok transportasi sebesar 0,74 persen.

Di sisi lain, terdapat dua kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan harga. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga tercatat mengalami deflasi sebesar 0,21 persen, sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,04 persen.

Misfaruddin juga memaparkan sejumlah komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi tahunan Januari 2026. Tarif listrik menjadi penyumbang utama dengan andil 1,13 persen, diikuti emas perhiasan sebesar 0,90 persen dan beras sebesar 0,30 persen.

Komoditas lainnya yang turut menyumbang inflasi antara lain ikan dencis, daging ayam ras, ikan tongkol, ikan kembung, biaya pendidikan perguruan tinggi, cabai rawit, rokok kretek, kelapa, kontrak rumah, hingga sejumlah bahan pangan seperti udang basah, sawi putih, brokoli, dan bawang merah.

Sementara itu, BPS mencatat Provinsi Sumatera Utara mengalami deflasi secara bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,75 persen pada Januari 2026. Angka deflasi year to date (ytd) hingga Januari 2026 juga tercatat sebesar 0,75 persen.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *