JAKARTA (Akunberita.id) – Hasto Kristiyanto, lahir di Yogyakarta pada 7 Juli 1966, adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus pada tahun 1991 dengan gelar insinyur.
Sejak masa SMA di Kolese de Britto Yogyakarta, Hasto telah menunjukkan minat besar pada dunia politik. Karier politik Hasto dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2004-2009 dari fraksi PDIP, mewakili daerah pemilihan Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek, Jawa Timur.
Selama menjabat, ia duduk di Komisi VI yang menangani permasalahan seputar perdagangan, perindustrian, investasi, dan koperasi.
Pada tahun 2014, Hasto ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PDIP, menggantikan Tjahjo Kumolo yang diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri. Jabatannya sebagai Sekjen dikukuhkan pada Kongres PDIP tahun 2015.
Di bawah kepemimpinannya, PDIP berhasil memenangkan Pemilu dan meraih mayoritas kemenangan di berbagai Pilkada antara tahun 2015-2019. Prestasi ini membuatnya kembali dipercaya sebagai Sekjen PDIP untuk periode 2019-2024.
Pada Desember 2024, Hasto Kristiyanto menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus korupsi terkait dengan Harun Masiku.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menjadi tersangka suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR RI ke komisioner KPU yang melibatkan Harun Masiku.
Harun Masiku yang merupakan eks calon anggota legislatif dari PDIP sudah buron selama lima tahun. Dia diduga menyuap Wahyu Setiawan yang saat itu menjabat komisioner KPU agar bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR tetapi meninggal dunia.
Harun Masiku diduga menyiapkan uang sekitar Rp850 juta sebagai pelicin melenggang ke Senayan untuk periode 2019-2024.
