MEDAN – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.204.1120 Jalan Pelabuhan Belawan, Kampung Salam diduga bekerja sama dengan Mafia kuras Minyak subsidi Nelayan yang mengakibatkan kerugian Negara Puluhan Milyar per bulan.
Pernyataan tersebut diutarakan oleh salah satu nelayan kepada wartawan, Senin, (25/5) di Kurnia Belawan Bahari kecamatan Medan Belawan.
Nelayan yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan jika setiap hari minyak nelayan di kuras habis oleh Mafia yang memiliki gudang dipajak baru.
” Setiap hari minyak nelayan diambil oleh Mafia bg mengunakan barcode nelayan dan langsung di bawa ke gudang yang berada di Pajak baru”, ucap nelayan tersebut.
Ketika ditanya perihal keterlibatan pihak SPBU nelayan tersebut mengatakan pasti tau lah bg.
” Ketika ditanya keterlibatan pihak SPBU nelayan menjawab pasti tau lah bg karena dia yang memberikan ijin kepada Mafia tersebut.
Dari Pantauan Wartawan , Senin ( 25/5) di arena SPBU kampung Salam banyak aktivitas becak nelayan yang mengambil minyak di SPBU kampung Salam dan langsung di antar ke Gudang Mafia yang berada di Pajak Baru kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan.
Maskur Sekertaris Forum Wartawan kejaksaan ( FORWAKA) Negeri Belawan meminta kepada pihak kejaksaan agar usut tuntas pencurian minyak nelayan yang mengakibatkan kerugian negara milyaran rupiah per bulan.
” Usut tuntas pencurian minyak di SPBU kampung Salam dan tangkap aktor intelektual yang bermain disana ” Ucap Maskur
Maskur meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) terutama Kejaksaan Negeri Belawan periksa Ahok dan jika terbukti bersalah segera di tangkap.
Maskur juga meminta kepada Kajari Belawan untuk segera usut aktor lain yang terlibat dalam pencurian minyak tersebut seperti Dinas Kelautan Provinsi serta oknum yang terlibat di Pertamina.
” Kita juga minta Kajari Belawan usut aktor lain yang terlibat seperti oknum Dinas Kelautan provinsi dan oknum yang terlibat di Pertamina”, ucap maskur yang juga tokoh masyarakat Medan Utara.
Ahok manager SPBU kampung Salam yang diduga terlibat dalam pencurian minyak yang mengakibatkan kerugian negara milyaran rupiah per bulan ketika di konfirmasi wartawan Senin, (25/5) melalui telepon Seluler dengan nomor 0878 6984 xxxx tidak merespon.












